Pura Puncak Penulisan

Pura Pucak Penulisan begitu sebutan masyarakat secara umum, namun sebenarnya nama pura ini adalah Pura Tegeh Kahuripan/Penulisan, mungkin sebutan ini diberikan karena lokasi geografisnya merupakan pura yang tertinggi di Bali, pura ini berada di banjar Kuta Dalem, Desa Sukawana, Kintamani, Bangli.

Perkebunan Jeruk

Hampir sebagian besar penduduk Desa Sukawana yang bermata pencaharian sebagai petani memanfaatkan hasil produk buah jeruk sebagai penghasilan utamanya, melihat kondisi alam yang dingin yang sangat mendukung untuk pertumbuhan buah jeruk ini sendiri.

Anjing Kintamani

Siapa yang tidak mengenal anjing kintamani? anjing yang memiliki ciri fisik menyerupai serigala ini, merupakan anjing asli Banjar Paketan, Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Air Terjun Sukawana

Potensi wisata yang terpendam dan baru-baru ini diketahui yang dimiliki Desa Sukawana yaitu Air terjun, seperti yang diketahui, untuk Kabupaten Bangli, objek wisata Air terjun ini jarang terdapat disini, sehingga objek wisata Air Terjun ini merupakan potensi yang menarik yang terdapat di Desa Sukawana,

Pemandangan Gunung Batur

Selain terkenal dengan keindahan alam yang dimiliki Desa Sukawana, pemandangan langsung Gunung Batur juga bisa dinikmati dari sini.

Rabu, 08 Agustus 2012

Penyuluhan Kebersihan Lingkungan

Sifat : Monodisipliner
Bidang : Kebersihan Lingkungan


a. Latar Belakang
   Tema dari KKN-PPM UNUD dari kelompok 89 adalah “Pemberdayaan masyarakat dalam Menuju Desa Sukawana yang Bersih dan Sehat”. Desa Sukawana merupakan salah satu kawasan Kintamani yang merupakan salah satu tempat wisata yang ada di Bali dan sedang diusulkan menjadi salah satu kawasan Geo Park dunia, namun hal tersebut masih terbentur masalah kebersihan lingkungan daerah tersebut. Masalah sampah merupakan masalah yang saat ini masih sulit ditanggulangi. Pengetahuan dan kesadaran masyarakat Desa Sukawana masih kurang mengenai kebersihan lingkungan khususnya masalah pengelolaan sampah. Banyak sampah plastik yang berserakan di pinggir jalan, fasilitas umum, dan kebun-kebun yang dimiliki warga. Sebagian masyarakat masih membuang sampah sembarangan walaupun sudah terdapat beberapa tempat pembuangan umum. Hal tersebut menimbulkan dampak buruk yaitu lingkungan terlihat jorok sehingga dapat menurunkan jumlah kunjungan wisatawan ke Desa Sukawana serta mempermudah penyebaran berbagai jenis penyakit yang mengganggu kesehatan masyarakat setempat.
   Maka dari itu sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan kami mengambil penyuluhan tentang lingkungan sehat dan sampah. Berdasarkan laporan dari kesembilan banjar-banjar yang berada di wilayah kerja Desa Sukawana pada tahun 2011, sebagian besar mengatakan belum pernah mendapat penyuluhan mengenai kebersihan lingkungan dan sampah. Oleh karena itu, seluruh warga masyarakat pada sembilan Desa Sukawana menjadi target sasaran dalam penyuluhan mengenai lingkungan sehat dan sampah. Program penyuluhan kebersihan lingkungan ini ditujukan kepada sembilan banjar di Desa Sukawana.

b. Tujuan
   Diharapkan dengan pelaksanaan program penyuluhan lingkungan sehat dan sampah ini nantinya akan memberikan dampak postif berupa meningkatnya pengetahuan perubahan perilaku dari masyarakat Desa Sukawana tentang memelihara lingkungan sehat dan pengelolaan sampah yang baik.

Penyuluhan Kebersihan Lingkungan
   Pada kegiatan ini mahasiswa KKN PPM berusaha mengembangkan kesadaran diri masyarakat Desa Sukawana akan pentingnya kebersihan lingkungan yang telah menjadi masalah di Desa Sukawana. Hal ini didasarkan pada potensi Desa Sukawana sebagai salah satu Kawasan Kintamani yang merupakan kawasan kunjungan wisata dan akan diusulkan menjadi salah satu kawasan di Kecamatan Kintamani sebagai kawasan Geo Park. Peningkatan kesadaran akan kebersihan lingkungan juga nantinya akan meningkatkan animo kunjungan masyarakat untuk berwisata ke Desa Sukawana. Selain itu dengan lingkungan yang bersih dapat mencegah rantai penularan penyakit dan akan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Desa Sukawana tentunya.

Kegiatan Penyuluhan Kebersihan Lingkungan
a. Waktu
    Kegiatan ini dilakukan mulai tanggal 18 Juli sampai tanggal 8 Agustus 2012 dengan perincian sebagai berikut:
  1. Rabu, 18 Juli 2012 di Banjar Paketan, Desa Sukawana.
  2. Kamis, 19 Juli 2012 di acara Posyandu Banjar Kuta Dalem, Desa Sukawana.
  3. Rabu, 25 Juli 2012 di Banjar Kubusalya dan Banjar Kuum, Desa Sukawana.
  4. Jumat, 27 Juli 2012 di Balai Desa, menghadirkan Kelian Subak dari Banjar Tanah Daha, Munduk
       Lampah, dan Banjar Desa, Desa Sukawana.
  5. Minggu, 29 Juli 2012 di Banjar Sukawana, Desa Sukawana.
  6. Rabu, 8 Agustus 2012 di Banjar Lateng, Desa Sukawana.

b. Lokasi
   Masing-masing Banjar di Desa Sukawana.

c. Kelompok Sasaran
   Yang menjadi kelompok sasaran dalam kegiatan ini adalah masyarakat Desa Sukawana dari berbagai usia.

d. Pihak Terlibat
   Berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan ini adalah seluruh mahasiswa KKN-PPM dan PPD di Desa Sukawana beserta masyarakat di Desa Sukawana.

e. Pelaksanaan
   Kegiatan ini diawali dengan berkoordinasi dengan Kepala Desa dan seluruh Kelian Banjar Desa Sukawana untuk memudahkan mahasiswa KKN-PPM dan PPD menentukan waktu dan tempat yang tepat untuk mengadakan penyuluhan. Setelah beberapa hari melakukan koordinasi akhirnya mahasiswa mendapatkan kepastian waktu dan tempat yang tepat untuk mengadakan penyuluhan di masing-masing banjar.
   Tahap yang dilakukan selanjutnya adalah mempersiapkan materi dan sarana yang akan digunakan dalam kegiatan penyuluhan. Mahasiswa KKN-PPM dan PPD juga berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas Kintamani 2 dan Kepala Sekolah SDN 1 Sukawana untuk peminjaman sarana yang diperlukan untuk penyuluhan, seperti LCD dan layar.
   Dengan diadakannya penyuluhan tentang Kebersihan Lingkungan tersebut diharapkan nantinya mampu mengembangkan kesadaran diri masyarakat Desa Sukawana akan pentingnya kebersihan lingkungan yang telah menjadi masalah di Desa Sukawana. Peningkatan kesadaran akan kebersihan lingkungan juga nantinya akan meningkatkan animo kunjungan masyarakat untuk berwisata ke Desa Sukawana. Selain itu dengan lingkungan yang bersih dapat mencegah rantai penularan penyakit dan akan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Desa Sukawana tentunya.

f. Permasalahan
   Permasalahan yang timbul pada saat pelaksanaan program ini adalah sulitnya mencari waktu yang tepat untuk mengumpulkan masyarakat, karena sebagian besar masyarakat Desa Sukawana bermatapencaharian sebagai petani dan cenderung lebih banyak menghabiskan waktu di kebun masing-masing. Selain itu diperlukan usaha yang lebih untuk meningkatkan kesadaran diri dan merubah perilaku dari masyarakat yang sudah dianggap suatu kebiasaan.

g. Solusi
   Solusi yang dapat dilakukan adalah mencari waktu yang tepat agar sebagian besar masyarakat dapat berkumpul, seperti saat kegiatan gotong royong banjar, posyandu, ataupun kegiatan pertemuan lainnya. Solusi untuk meningkatkan kesadaran diri masyarakat lebih baik adalah bersosialisasi dengan masyarakat sebanyak mungkin mengenai pentingnya kebersihan lingkungan.

h. Dampak
   Dampak yang ditimbulkan dari pelaksanaan program ini adalah dapat mengembangkan kesadaran diri masyarakat Desa Sukawana akan pentingnya kebersihan lingkungan. Selain itu dengan lingkungan yang bersih dapat mencegah rantai penularan penyakit dan akan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Desa Sukawana tentunya.

KKN-PPM

Senin, 30 Juli 2012

Air Terjun

      Potensi wisata yang terpendam dan baru-baru ini diketahui yang dimiliki Desa Sukawana yaitu Air terjun, seperti yang diketahui, untuk Kabupaten Bangli, objek wisata Air terjun ini jarang terdapat disini, sehingga objek wisata Air Terjun ini merupakan potensi yang menarik yang terdapat di Desa Sukawana, ada 2 buah Air Terjun yang terdapat di Desa Sukawana, Air Terjun yang pertama kira-kira setinggi 30 meter, dengan lebar sekitar 2,5 meter, dengan pemandangan yang terlihat tampak masih alami, sungguh memberikan kenyamanan bagi hati, yang lebih mengesankan yaitu pada Air Terjun yang kedua, tingginya sekitar 50 meter-an, dan lebarnya 3 meter. Uniknya lagi di masing-masing Air Terjun tersebut, terdapat mata air panas yang tak kalah menariknya.
      Namun sayangnya, untuk akses jalan kesana harus melalui medan yang sulit dimana sangat curam dan jauh, medan ini hanya dapat dilalui dengan jalan kaki itupun sangat perlu kehati-hatian.


Jumat, 27 Juli 2012

Ayam Petelur

        Komoditi peternakan lain di desa sukawana yaitu ayam petelur, peternakan ayam petelur ini terdapat di beberapa banjar dan subak, seperti banjar kuum, subak pujung, subak gunggung dan khususnya yang terkenal yaitu di Subak Tiblun. Dari namanya yaitu peternakan ayam petelur, yang dimanfaatkan disini yaitu telurnya, telur ini dihasilkan bukan dari ayam biasa, melainkan berasal dari ayam petelur dan ayam ini dapat menghasilkan 1 butir telur setiap harinya. Untuk memiliki ayam petelur, mereka biasanya membeli bibit dari jawa kemudian memeliharanya hingga dewasa, kemudian selama 20 bulan ayam petelur berada dalam masa bertelurnya, setelah itu ayam tersebut dianggap tidak berkualitas lagi sehingga perlu untuk dicarikan bibit baru kemudian memeliharanya kembali, begitu seterusnya. Untuk setiap butir telur dihargai sekitar Rp.1.000. Biasanya hasil telur ini langsung dijual ke pengepul di Batur.


Anjing Kintamani

        Siapa yang tidak mengenal anjing kintamani? anjing yang memiliki ciri fisik menyerupai serigala ini, merupakan anjing asli Banjar Paketan, Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Namun masyarakat umum sudah berpendapat bahwa anjing ini dapat ditemukan di seluruh wilayah Kintamani, itu sebenarnya salah, anjing kintamani asli hanya dapat ditemukan di daerah Banjar Paketan, mereka yang menjual anjing kintamani di luar daerah Banjar Paketan mungkin saja itu hanya anjing campuran yang diakui sebagai anjing kintamani asli.
        Terdapat 3 jenis anjing kintamani, dibedakan berdasarkan warna bulunya, ada yang berwarna putih, hitam dan cokelat, namun sementara anjing kintamani yang memiliki warna putih yang lebih ditonjolkan, anjing ini dibudidayakan ditempat/dirumah masing-masing warga, tidak ada tempat peternakan anjing kintamani di banjar ini, pemilik anjing kintamani membudidayakan anjing ini dominan untuk dijual sebagai tambahan penghasilan, anjing ini mampu bertahan hingga mencapai 20 tahun, uniknya, ketika akan melahirkan, anjing kintamani ini akan menggali lubang sebagai tempatnya melahirkan anak-anaknya sekaligus selama waktu asuhan anaknya, biasanya anjing kintamani untuk sekali melahirkan dapat melahirkan hingga 7 ekor, namun tak jarang hanya seekor saja, sehari-harinya makanan dari anjing kintamani ini adalah Ketela, Sayur Jepang, Dedak, dan Telur. Untuk kisaran harganya, anak anjing atau konyong berharga sekitar Rp500.000 sampai Rp1.000.000, untuk yang dewasa harganya sekitar Rp5.000.000 sampai Rp10.000.000. Terdapat pula perlombaan atau kontes-kontes untuk mengukur tingkat keaslian anjing kintamani, yang bertujuan untuk mengembangkan minat untuk tetap membudidayakan anjing asli kintamani ini,anjing yang menjadi pemenang dalam kontes ini juga akan sekaligus meningkatkan nilai jual dari anjing tersebut, anjing yang menjadi pemenang nilai jualnya mencapai Rp120.000.000.


Jeruk Sukawana

      Hampir sebagian besar penduduk Desa Sukawana yang bermata pencaharian sebagai petani memanfaatkan hasil produk buah jeruk sebagai penghasilan utamanya, melihat kondisi alam yang dingin yang sangat mendukung untuk pertumbuhan buah jeruk ini sendiri. Terdapat berbagai jenis buah jeruk yang biasanya mereka tanam di lahan mereka masing-masing, diantaranya jeruk jenis Sumaga, jeruk Keprok, Jeruk Peres, Jeruk Spuntan/Nyonyok, dan Jeruk Slayer, dari kelima jenis jeruk tersebut yang paling banyak ditanam yaitu jeruk Sumaga dan jeruk Spuntan karena rasanya yang manis dan memiliki harga jual yang relatif lebih tinggi, harga masing-masing per kilo dari buah jeruk tersebut adalah : Jeruk Sumaga Rp4.000-an, Jeruk Keprok Rp4.000-an, Jeruk Peres Rp3.000-an, jeruk Spuntan Rp6.000-an, Jeruk Slayer Rp4.000-an, harga buah jeruk ini dapat berubah-ubah mengikuti musim, Biasanya musim panen buah jeruk di Desa Sukawana yaitu pada bulan Juli sampai September.


Kopi Sukawana

      Kopi merupakan salah satu komoditi perkebunan utama di Desa Sukawana khususnya pada daerah pegunungan, seperti yang diketahui kopi merupakan minuman yang nikmat diminum kapanpun dan dimanapun, dari informasi salah satu sumber, hasil panen kopi dari lahan sekitar 1 hektar mencapai 5 sampai 7 karung, dimana masing-masing karung beratnya hingga 100-200 kilogram, untuk harga jual dari biji kopi yang mentah tanpa pengolahan kecuali dijemur berkisar Rp.400.000, kopi ini dapat dipanen setiap tahun sekali.